Kamera Shooting Memory Cuma 2,5jt? Ada!

Cara Membuat Audio Control Kamera Sangat Sederhana

Cara Mengatasi Televisi Yang Kadang Kadang Jernih Terkadang Burek

Televisi adalah perangkat untuk menonton acara yang disajikan oleh perusahaan media melalui frekuensi radio kita bisa mendengar suara dan gambar yang dikeluarkan oleh televisi itu sendiri. Saya yakin jika anda melihat postingan ini pasti anda punya televisi. Walaupun bukan termasuk kebutuhan pokok, televisi sudah seperti kebutuhan yang wajib bagi manusia millenial atau zaman modern ini.

Disaat pulang kerja atau jam istirahat dan sedang di ruang tamu saya yakin anda sedang menonton televisi bersama keluarga anda. Lain lagi jika anda anak kos jones pula hehehe... Namun disaat anda sedang penat dan ingin leyeh leyeh menonton televisi tiba tiba ada salah satu channel televisi yang burek atau banyak noise ataupun layar kesemutan bintik bintik hitam putih.

Di postingan ini saya akan memberitahu tentang cara memperbaiki televisi anda. Caranya cukup sederhana tidak perlu bongkar bongkar casing dan tak wajib memiliki keahlian solder menyolder.

Pertama

Pilih antena dengan kualitas bagus. Tak perlu mahal mahal. Anda hanya perlu mengetahui ciri ciri antena yang bagus itu seperti apa. 

Antena yang saya pakai 90% bening walau di dalam rumah

Ciri ciri: 

1. Tidak banyak material plastik, kalaupun ada itu hanya pada bagian tutup sambungan kabel dengan elemen antena
2. Berbahan dasar aluminium bukan besi, karena besi mudah berkarat jika tidak dilapisi cat galvanis, aluminium lebih tahan karat
3. Memiliki reflektor berbentuk V bukan setengah bulat
4. Tidak mempunyai bobot yang terlalu berat.

Selain antena, tiang penyangga antena juga harus kuat. Tidak boleh lentur karena bisa mengubah posisi atau arah antena. Buatlah pondasi yang cukup dalam ke tanah tancapkan agar tiang tidak mudah memutar arah.

Pilih juga kabel koaksial dengan tipe RG-6 dengan resistensi atau hambatan sebesar 75 ohm karena kabel tersebut sangat cocok untuk media penghantar gambar.

Kedua

Arahkan antena pada gunung yang biasanya dibuat untuk pusat pemancar televisi.

Ketiga

Gunakan boster televisi agar sinyal yang diterima dilipat gandakan untuk selanjutnya akan dikirim ke pesawat televisi.

Booster TV VHF & UHF

Trafo boster TV

Keempat

Keempat sekaligus yang terakhir. Jika televisi belum ada perubahan coba ukur listrik di rumah anda sendiri dengan multi tester atau avo meter. Bisa jadi tegangan listrik anda sedang tidak stabil. Jika anda ukur dibawah 220 volt mesin televisi akan kekurangan daya penerimaan yang berimbas ke kualitas gambar yang menurun.

SOLUSInya... Gunakan stabilizer listrik yang terbuat dari kapasitor 50mF/400v lalu pasanglah ke kabel listrik anda. Selain stabilizer anda bisa memakai stavol yang juga berguna menstabilkan listrik agar tetap berada di 220 volt.

Sekian solusi pada hari ini silahkan tulis di komentar jika ada pertanyaan.

Antena Dipole dari Tongsis Tembus Luar Pulau



Antena adalah alat untuk membantu mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik. Tanpa antena kita tidak bisa menonton televisi kesayangan kita dan kita tidak bisa mendengarkan radio favorit kita.

Antena biasanya terbuat dari pipa logam alumunium atau stainless steel. Dibangun dengan macam macam panjang dan diameter menyesuaikan kebutuhan dan rumus. Pada dasarnya semakin panjang antena maka semakin besar gain, sebaliknya semakin pendek antena maka akan semakin kecil gainnya. Gain disini yang dimaksud adalah penguatan. Semakin besar gain maka semakin sempit bandwidth, jika semakin kecil gain maka akan semakin lebar bandwidthnya. Bandwidth disini yang dimaksud adalah panjang pita suara. Semakin lebar pita suara maka semakin jelas suara di radio penerima termasuk bass & treble, semakin sempit pita suara maka akan semakin buruk kualitas suara yang diterima radio receiver, cempreng, bass dan treble tidak keluar. Namun jika anda ingin merakit antena maka sesuaikan dengan rumus tidak boleh asal asalan panjang pendeknya. Panjang antena menggunakan rumus lamda. Biasanya 1/4 lamda, 1/2 lamda, 5/8 lamda, dan 3/4 lamda.

Kali ini saya akan membuat antena dipole dengan bahan yang tidak umum. Yaitu menggunakan tongsis atau monopod untuk foto selfie anak muda. Saya membeli tongsis di konter dengan harga 50 ribu sepasang atau dua buah. Holder saya rongsokin karena tidak terpakai. Yang akan dibuat antena adalah bagian gagangnya atau pegangannya. Mengapa saya memilih monopod? Selain terbuat dari aluminium stainless steel yang anti karat dan entheng tapi juga karena praktis karena dapat diatur panjang pendeknya. Saya bisa mengatur panjang pendeknya ketika mengukur SWR. Tidak seperti pipa aluminium lonjoran yang harus memotong pipanya sedikit demi sedikit untuk mencari SWR terendahnya. Kelemahan pipa aluminium lonjoran jika kita sudah memotong sedikit demi sedikit untuk mencari SWR terendah maka kita tidak akan bisa mengembalikannya ke posisi semula karena telah terpotong. Kecuali anda membeli pipa lonjoran dengan berbagai macam ukuran. Anda dapat memasukkan pipa yang berdiameter kecil ke dalam pipa yang berdiameter lebih besar.

Dua buah tongsis kabel
Saya menggunakan 2 buah tongsis untuk membangun sebuah antena dipole. Antena diple menggunakan rumus 2 X 1/4 lamda. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

0,95 X (75/f)

Jika dipole ini akan digunakan pada gelombang VHF yang memiliki frekuensi kurang lebih 144 MHz maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut

0,95 X (75/f) = 0,95 X (75/144) = 0,95 X 0,52 = 0,49 Meter = 49 CM

Jadi atur panjang kedua buah tongsis tersebut sepanjang 49 CM. Lalu bentuk sedemikian rupa
Antena Dipole 2 X 1/4 Lamda


Jadi deh...

Tinggal pasang
Penyangga bambu
SWR mendekati sempurna
Masih bingung? Pesen aja klik link ini untuk melihat kontak saya

Tinggalkan komentar ya bro...

Seputar Antena Radio

Antena Hustler C2 1 x 5/8 lamda untuk pemancar FM
Antena adalah alat bantu untuk menangkap dan memancarkan gelombang elektromagnetik. Tanpa antena kita tidak akan bisa melihat TV atau Radio favorit kita. Tapi taukah anda jika segala jenis antena memiliki karakternya sendiri sendiri? Karakter karakter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan anda masing masing. Kali ini saya akan mengupas soal antena.
Antena biasanya terbuat dari pipa aluminium dengan diameter berbagai ukuran. Selain dari aluminium, biasanya juga menggunakan tembaga dan besi. Tapi kelemahan bahan ini selain berat juga rawan tersambar petir.


Panjangnya juga bermacam macam. Semakin panjang elemen antena maka semakin sempit bandwidthnya, begitu sebaliknya semakin pendek maka akan semakin lebar bandwidthnya. Bandwidth disini adalah nama lain lebar pita frekuensi. Contoh pada pemancar FM mempunyai bandwidth standar sebesar 372 kHz atau kilohertz. Karena pemancar FM rata rata digunakan untuk menyiarkan lagu lagu maka dibutuhkan bandwidth yang lebar supaya lagu yang diterima pendengar enak didengar. Lain dengan radio 2 meter band atau radio 2 meteran atau VHF yang hanya untuk mengirim suara tidak diperlukan bandwidth yang lebar.

Bersambung...