Kamera Shooting Memory Cuma 2,5jt? Ada!

Cara Membuat Audio Control Kamera Sangat Sederhana

Perekam Suara dari Mixer ke HP Android dilengkapi Bass Treble Volume


Audio Recorder atau alat perekam suara stereo dari Mixer versi Bass dan Treble untuk HP Android.

Berfungsi untuk menyambungkan mixer dari operator sound system ke HP Android anda. Dilengkapi dengan Potensio Volume, Bass, dan Treble membuat kualitas suara yang dihasilkan bisa diatur sesuai keinginan.

Dirakit langsung oleh perakit bersertifikasi dan telah beberapa kali menjuarai beberapa kompetisi di bidang Audio dan Videografi.

Kualitas nomor satu. Produk terbaik dari yang terbaik. Jaminan suara detail. Sudah banyak rekan operator sound system ternama, teman youtuber kelas menengah ke atas, dan saudara tukang shooting dokumentasi yang memakai produk kami.

Sudah termasuk konektor 3,5 mm Praktis tinggal tancap. Tanpa PSU atau power supply, tanpa baterai sehingga tidak perlu khawatir cari colokan listrik atau kehabisan baterai.

Terdapat port headset 3,5mm untuk monitor dan mengetes atau mendengarkan hasil rekaman.

Gratis aplikasi.

*Tidak support di HP Xiaomi & Realme


Pesan sekarang WA 085258872128

Perekam Suara dari Mixer ke Kamera DSLR atau Shooting


Audio Recorder atau alat perekam suara stereo dari Mixer versi kecil bisa dipasang di hot shoe kamera atau di samping kanan menggunakan double tape busa.

Tukang shooting wajib memiliki alat ini. Berfungsi untuk menyambungkan mixer dari operator sound system ke kamera Panggul anda. Bisa juga untuk DSLR. Ada potensio meter adjust untuk mengatur volume audio dari mixer.

Dirakit langsung oleh perakit bersertifikasi dan telah beberapa kali menjuarai kompetisi di bidang Audio & Videografi. Kualitas nomor satu. Produk terbaik dari yang terbaik. Jaminan suara detail. Sudah banyak rekan operator sound system ternama, teman youtuber kelas menengah ke atas, dan saudara tukang shooting dokumentasi yang memakai produk kami.

Sudah termasuk konektor 3,5 mm Praktis tinggal tancap. Tanpa PSU atau power supply, tanpa baterai sehingga tidak perlu khawatir cari colokan listrik atau kehabisan baterai.

Terdapat colokan mic external. Jika anda ingin beralih ke mic, alat akan otomatis memotong jalur audio dari mixer. Begitu sebaliknya, jika mic dilepas, suara dari mixer akan kembali masuk ke kamera.

Paket ini tidak termasuk Hot Shoe.
Sudah terpasang double tape busa.

INGAT! Alat ini hanya untuk mengatur volume audio agar tidak terjadi over volume yang menuju ke kamera. Bukan alat penyimpan audio.




Pesan sekarang WA 085258872128

Alat Perekam Suara dari Mixer ke HP Android


Untuk anda operator sound system yang ingin merekam audio dari mixer anda. Atau anda tukang shooting yang tidak ingin ribet dengan kabel wajib memiliki alat ini. Android cukup diletakkan di samping mixer dan anda bebas untuk mencari momen untuk dishooting tanpa khawatir kejiret kabel.
Bisa juga untuk video dan live streaming.

Dirakit langsung oleh perakit yang bersertifikasi di bidang audio video dan beberapa kali menjuarai kompetisi video jadi kualitas suara sangat diutamakan.

Terdapat jack 3,5mm untuk headset atau headphone berguna untuk monitor dan mengetes hasil rekaman.

Kualitas suara bersih tanpa noise tanpa audio compresor seperti kamera shooting yang membuat volume suara kecil saat terkena hentakan bass. Di android hentakan bass lebih terasa dan suara tetap stabil. Kualitas nomor satu. Produk terbaik dari yang terbaik. Jaminan suara detail. Sudah banyak rekan operator sound system ternama, teman youtuber kelas menengah ke atas, dan saudara tukang shooting dokumentasi yang memakai produk kami.

Gratis aplikasi.

*Tidak support di HP Xiaomi & Realme


Pesan sekarang WA 085258872128

Cara Pasang CCTV Lengkap dengan Gambar

CCTV adalah perangkat keamanan yang cukup penting pada suatu kantor, gedung, ataupun rumah. Bahkan sekarang CCTV adalah alat yang wajib terpasang pada rumah anda. Daripada terlanjur kehilangan barang berharga, lebih baik mencegahnya dengan memasang CCTV di rumah anda.

Kali ini saya akan berbagi tips tutorial memasang CCTV sendiri di rumah. Cukup mudah dan murah serta hemat listrik.

Pertama pahami dulu beberapa jenis CCTV yang beredar di pasaran saat ini.

1. CCTV Analog


CCTV analog adalah CCTV dengan teknologi lama. Yaitu mengirimkan sinyal video analog dengan satuan TVL. Semakin tinggi nilai TVL maka akan semakin tajam gambar yang ditampilkan pada layar monitor. Untuk CCTV analog sendiri memiliki ciri-ciri lampu inframerah yang cukup besar (Bukan SMD). CCTV ini menghasilkan resolusi 720 X 576 pixel.

2. CCTV AHD

CCTV AHD atau jika diperpanjang Analog High Definition adalah CCTV dengan menggunakan teknologi baru yaitu AHD. Sama seperti CCTV analog. Namun bedanya CCTV AHD dengan analog adalah satuan dan resolusi. Jika CCTV analog menghasilkan resolusi 720 X 576 pixel, CCTV AHD dapat menghasilkan resolusi 1280 X 720 pixel sampai 1920 X 1080 pixel tergantung spesifikasi yang ditawarkan oleh parodusennya.

3. CCTV IP Cam

CCTV ini adalah CCTV yang menggunakan teknologi terbaru. Teknologi ini menjadikan CCTV ini bisa dioperasikan tanpa kabel sekalipun (kecuali kabel power). Untuk mengoperasikan CCTV jenis ini harus menggunakan alat khusus berupa penyambung antara sinyal elektromagnetik dengan media penyimpanan video. Alat tersebut biasa disebut dengan Router. Jenis CCTV seperti ini biasanya dipasang di rumah karena tergolong cukup simpel tanpa repot menata kabel. Jarak jangkauan pun tergantung router yang anda pakai. 


4. CCTV PTZ

PTZ disini adalah singkatan dari "Pan Tilt Zoom" kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "Putar Berayun Perbesar". Jadi CCTV dedesain khusus untuk mengamati suatu obyek yang bergerak, jadi CCTV ini bisa diatur perputaran kiri kanan, atas bawah, serta bisa perbesar atau perkecil gambar dari ruang Keamanan atau bisa juga dari remot Wireless. CCTV jenis ini biasanya memerlukan lebih banyak kabel karena harus mengirimkan sinyal control PTZ itu sendiri. Namun akhir-akhir ini sudah bermunculan CCTV PTZ yang bisa dikendalikan melalui remot atau smartphone.


5. CCTV PTZ IP


CCTV ini adalah gabungan dari CCTV IP dan CCTV PTZ. Jadi selain teknologinya yang tanpa kabel juga dapat dikendalikan perputarannya dengan remot.


       Nah. Setelah memahami beberapa jenis CCTV di atas anda sekarang tentu lebih paham dengan perbedaannya. Karena pada tutorial kali ini hanya membahas tentang cara instalasi CCTV AHD, mungkin yang lain bisa menyusul jika ada permintaan dari rekan-rekan.

       Sebelum mulai memasang anda juga harus menyiapkan bahan-bahannya. Perhatikan daftar berikut:

1. DVR



DVR adalah jantung dari sistem keamanan jenis CCTV. DVR adalah singkatan dari "Digital Video Recorder" atau yang berarti Perekam Video Digital. DVR bertugas untuk mengatur pengaturan CCTV, mulai dari warna, kontras, kecerahan, hingga pengaturan inframerah dari CCTV. Namun fungsi utama dari DVR sendiri adalah untuk menyimpan video dalam bentuk digital. Media penyimpanannya menggunakan Harddisk. Umumnya DVR sekarang menggunakan Harddisk SATA dengan kapasitas menyesuaikan kebutuhan. Namun yang paling umum untuk rumahan adalah sebesar 500 GB untuk 4 channel. Dengan Harddisk sebesar 500 GB DVR mampu menyimpan video hingga 15 hari tanpa jeda, tergantung juga settingannya. Semakin tinggi kualitas resolusi dan bitrate yang disetting akan semakin besar ukuran video yang berimbas pada penurunan daya simpan Harddisk sampai beberapa hari.

2. Kabel Koaksial

CCTV menggunakan kabel koaksial untuk mengirim data videonya. Ada beberapa macam kabel koaksial. Anda harus memahami macam-macam kabel koaksial agar tidak salah beli dan salah pasang yang berakibat pada kualitas video yang dihasilkan.

Beberapa macam kabel koaksial:
- RG6
- RG8
- RG11
- RG58
- RG59
- dll

Untuk instalasi CCTV umumnya memakai kabel koaksial jenis RG59 75ohm yang khusus untuk mengirim sinyal video.

Selain macam-macam kabel koaksial di atas. Hal yang perlu diperhatikan saat memilih kabel adalah jenis innernya. Ada dua macam inner kabel koaksial antara lain adalah inner Serabut dan inner Tunggal. Anda bisa memperhatikan perbedaannya pada gambar berikut.


Inner serabut adalah inner yang menggunakan serabut tembaga seperti rambut. Sedangkan inner tunggal hanya menggunakan satu kawat tembaga. Untuk penggunaannya sendiri inner serabut lebih cocok untuk instalasi bergerak seperti Jasa Dokumentasi Video Shooting. Sedangkan untuk instalasi tetap atau tidak bergerak paling cocok menggunakan kabel inner tunggal. Biasanya harga kabel koaksial dengan inner tunggal lebih murah.

3. PSU

Selanjutnya adalah PSU atau Power Supply. Perangkat ini bertugas untuk menyuplay tegangan listrik ke kamera CCTV agar CCTV dapat hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya. CCTV menggunakan power supply dengan tegangan 12 volt.

Ada 2 jenis PSU untuk CCTV. Yaitu Adaptor dan Switching. Adaptor memiliki kabel pendek yang cocok dipasang di dekat CCTV, dan pastinya memerlukan kabel lagi untuk listrik AC. Sedangkan PSU jenis Switching memiliki ciri-ciri body berbentuk seperti jaring. Meskipun ada yang menggunakan tutup tanpa lubang seperti jaring.


Kali ini saya menggunakan PSU jenis Switching untuk instalasi saya karena kabel koaksial saya sudah dilengkapi dengan 2 kabel untuk kebutuhan listrik.

4. Konektor

Saya memakai konektor DC male untuk menancapkan kabel DC ke port power CCTV. Sedangkan untuk video saya memakai konektor BNC male untuk dipasang di port video CCTV dan di input Video DVR.



5. Monitor



Monitor digunakan untuk menampilkan grafik tayangan video dari DVR. Untuk rumahan monitor standarnya memakai ukuran 15 sampai 21 inch tergantung keinginan anda.

6. Klem Kabel



Gunakan klem kabel ke tembok ukuran 8 atau 9 untuk menempelkan kabel koaksial beserta kabel powernya ke tembok.

Setelah menyiapkan beberapa bahan yang ada di atas. Selanjutnya adalah memulai instalasi.

Perhatikan beberapa skema instalasi berikut. Pilih skema yang paling cocok dipasang di rumah anda.

2 X Indoor 2 X Outdoor


4 X Indoor


4 X Outdoor



Setelah memilih jenis instalasi di atas mari mulai memasang.

Pertama-tama dimulai dari pemasangan CCTV pada dinding atau plavon. Tempatkan CCTV pada daerah yang tidak terlalu tinggi karena semakin tinggi pemasangan akan semakin sulit wajah pelaku kriminal untuk dikenali.



Di atas adalah salah satu contoh pemasangan CCTV indoor.

Selanjutnya adalah pemasangan CCTV outdoor. Karena saya tidak mempunyai bor beton untuk melubangi tembok untuk pemasangan fisher saya memutar otak agar tidak usah melubangi tembok dengan cara menambahkan box plastik atau yang biasa orang sebut "Duradus". Lubangi dulu box plastik secukupnya untuk jalan kabel koaksial dan kabel power. Tempelkan pada tembok dengan paku beton sejumlah 4 biji. Bisa dilihat pada gambar di bawah.



Setelah tertempel pada tembok, selanjutnya pasang bracket CCTV pada tutup box plastik.



Kemudian pasang tutup box plastik beserta CCTV yang telah tertempel pada box plastik menggunakan skrup.



Memakai duradus seperti gambar di atas tentu ada kelebihannya yaitu melindungi kabel dan konektor-konektor dari panas dan hujan sehingga konektor akan lebih tahan lama umurnya.

Setelah CCTV indoor maupun outdoor terpasang dengan rapi. Selanjutnya adalah instalasi kabel. Gunakan klem kabel ukuran 8 sampai 9 untuk tembok. Pasang kabel dengan hati-hati. Selalu perhatikan instalasi kabel listrik atau kabel lain di rumah anda. Kalau bisa jangan dekatkan kabel koaksial CCTV dengan instalasi kabel listrik karena dapat menyebabkan interferensi atau gangguan sinyal video yang ditampung oleh kabel. Biasanya interferensi ini menyebabkan gambar yang ditampilkan pada monitor akan tampak seperti ada garis-garis, nyala mati nyala mati, atau bahkan gambar tidak bisa muncul sama sekali.



Gunakan 2 klem berhadapan jika kabel dirasa kurang kuat menempel di tembok.

Jika kebetulan kabel harus melewati tembok. Anda harus melubangi tembok agar kabel bisa menembusnya menggunakan bor dengan mata bor beton. Atau jika tidak memiliki bor bisa dilubangi dengan pahat tembok. Lakukan pemahatan dengan hati-hati.



Selanjutnya adalah pemasangan konektor pada kabel koaksial dan kabel power. Pasang dengan rapi agar inner kabel dengan outter maupun kabel power ataupun ground tidak saling bersentuhan. Jika sampai bersentuhan akan menyebabkan konsleting listrik yang berakibat pada kerusakan CCTV maupun power supply bahkan DVR.



Pasang konektor power ke kabel power. Dan konektor BNC ke kabel koaksial dan tutup dengan isolasi listrik.

Setelah memasang kedua konektor pada kedua ujung kabel. Selanjutnya adalah menancapkan konektor dari kabel ke konektor CCTV



Setelah konektor yang di CCTV sudah terpasang. Selanjutnya adalah instalasi DVR dan PSU serta Monitor.

Siapkan DVR yang sudah terpasang harddisk.

Tancapkan konektor BNC ke input video pada DVR.



Tancapkan juga kabel power DVR dan kabel VGA yang menuju ke monitor. Tancapkan kabel USB mouse ke port USB yang tersedia di belakang DVR.



Pasang kabel AC untuk listrik ke PSU dan kabel power CCTV. Perhatikan warna dari kabel power. Merah positif (+) sedangkan hitam negatif (-). Jangan sampai terbalik karena bisa menebabkan kerusakan pada CCTV maupun PSU. Berbeda dengan kabel AC, dibolak balik tidak masalah.



Lalu letakkan monitor di dekat DVR. Pasang di tembok jika diperlukan.

Kemudian tancapkan kabel-kabel listrik pada stop kontak antara lain kabel adaptor DVR, kabel PSU, kabel monitor seperti berikut.



CCTV siap beroperasi.

Pemasangan DVR dan monitor di kamar saya.















Sekian tutorial saya kali ini jika ada pertanyaan silahkan tulis di komentar. Kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan anda. Jika kesulitan memasang sendiri anda bisa menghubungi saya di nomor WA 085815203666 untuk pemasangan CCTV Profesional baik pada kantor atau rumah anda.

Tips Membeli HT Bekas



HT adalah alat komunikasi yang tergolong efisien karena tidak menggunakan pulsa seperti telepon gengggam. Menggunakan HT 5 watt anda sudah bisa berkomunikasi dengan lawan hingga jarak 5 KM jika tanpa halangan. Bahkan anda bisa berbicara dengan teman anda yang berjarak 100 km hanya dengan menyambungkan HT anda ke RPU.

Untuk anda yang belum memiliki uang lebih untuk membeli HT Baru atau di daerah anda tidak ada toko HT, jangan takut untuk membeli HT Bekas. Kali ini saya akan membagi tips untuk membeli HT bekas.

LANGKAH PERTAMA


Cari iklan jual HT di marketplace Facebook, atau di group facebook, dan di e-commerse lainnya misalnya OLX. Cari yang sekiranya masih terlihat bagus dan sesuai dengan dana anda. Hubungi penjual dan atur jadwal pertemuan anda dan penjual.

LANGKAH KEDUA


Usahakan anda menemui penjual di rumahnya karena selain anda bisa komplain jika terjadi masalah pada HT yang anda beli, anda bisa mampir untuk bertanya tentang HT yang telah anda beli.

LANGKAH KETIGA


Siapkan multi tester atau avometer untuk mengecek baterai apakah dalam kondisi normal atau sudah tidak layak pakai. Tempelkan jarum multitester pada plat yang tertempel di baterai HT. Yang perlu diperhatikan saat mengecek baterai adalah voltase baterai. Apakah voltase sesuai dengan yang tertulis di stiker yang tertempel di baterai? Misalkan saya mengecek baterai HT Baofeng UV82 yang tertulis di stiker sebesar 7,4 volt. 7,4 volt tersebut adalah kebuthuhan tegangan yang harus dipenuhi agar HT tersebut bisa berfungsi dengan maksimal. Jika baterai full baterai tersebut bisa saja memiliki tegangan 7,8 volt. Dan  jika baterai sedang lemah, mungkin baterai tersebut hanya bisa mengeluarkan 7 volt. Putar multitester pada skala 20 volt, lepas baterai dari HT, tempelkan jarum multitester ke plat yang tertempel pada baterai HT, perhatikan LCD multitester apakah menunjukan voltase yang sesuai dengan spesifikasi HT atau paling tidak mendekati. 


Kalau terlalu jauh misalkan anda menemui voltasenya hanya sebesar 5 sampai 6 volt atau sebesar 8 volt ke atas sangat disarankan untuk tidak membeli HT tersebut. Jika terlalu kecil, pancaran HT tidak akan bisa maksimal, dan jika terlalu besar, akan beresiko merusak komponen yang ada di dalam HT tersebut.

LANGKAH KEEMPAT


Siapkan power meter untuk memeriksa watt yang mampu dikeluarkan oleh HT tersebut. Apakah watt yang keluar sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertulis? Perlu ditegaskan bahwa power HT tidak selamanya sesuai dengan yang tertulis di spesifikasi, dan sangat tergantung pada frekuensi yang anda gunakan, jika yang tertulis 5 watt bisa saja yang dikeluarkan hanya 3 watt atau bisa melebihi spesifikasi hingga 7 watt. Jika anda tidak memiliki power meter untuk memeriksa output watt pada HT. Cara sederhana yang sering saya gunakan untuk berburu HT, adalah memanfaatkan pesawat televisi atau perangkat sound system yang dimiliki oleh penjual. Inilah alasan mengapa saya sarankan untuk transaksi di rumah penjual. Mintalah penjual agar menyalakan televisi, lalu dekatkan HT anda ke televisi setelah itu tekan tombol PTT. Jika anda merasakan atau melihat gangguan pada televisi tersebut maka HT tersebut masih keluar watt. 

Sama halnya jika anda menggunakan speaker aktif, mintalah penjual untuk menyalakan speaker aktif dan dekatkan sambil memencet tombol PTT. 


Jika terjadi gangguan maka HT tersebut masih mengeluarkan power. Namun yang perlu dicurigai adalah jika HT tersebut tidak mengeluarkan power sama sekali. Bisa jadi transistor final pada HT tersebut sudah jebol karena kesalahan pemakaian oleh penjual.

LANGKAH TERAKHIR

Tanyakan soal jaminan atau garansi yang berani diberikan oleh penjual atau kartu garansi dari distributor. Dan cek semua aksesoris yang tersedia. Yang terakhir adalah bernegosiasi soal harga.

Sekian tips dari saya. Jadilah pembeli yang baik, jangan menawar barang dengan harga di bawah pasaran. Kalau pun anda mendapat barang dengan harga di bawah pasaran, bisa saja barang tersebut ada yang bermasalah. Terima kasih.

Settingan Premiere Pro Standar Shooting Pernikahan

Sebagai editor kita dituntut untuk menguasai berbagai format video. Untuk anda tukang edit di perusahaan dokumentasi video saya akan membagi tips export video atau render dari Adobe Premiere Pro. Setingan/preset ini juga digunakan oleh Fimary Video Shooting yaitu perusahaan video shoting dokumentasi milik saya sendiri.


Berikut setingannya:

Video


  • Format MPEG2 (Format untuk burning DVD .mpg)
  • Quality 100
  • Width 720, Height 576
  • Frame Rate 50 fps
  • Field Order Proggresive
  • Aspect Ratio 4:3 (Rasio Aspek standar TV tabung di Indonesia)
  • TV Standard PAL (Sesuai standar negara Indonesia)
  • Bitrate minimum 5 Mbps, target 6 Mbps, maximum 7 Mbps

Audio


  • Format MPEG
  • Bitrate 256 kbps
Setelah itu export dan burning dengan Windows DVD Maker


Nah itu standar kami. Silahkan digunakan tidak masalah. Format diatas kami buat berdasarkan segmen pasar kami untuk masyarakat menengah ke bawah. Untuk Market Segment menengah keatas sudah beda lagi. Sekian semoga sukses untuk pengusaha shooting semua.

Modif Kamera Mini DV Jadi Memory dengan Modal Kurang dari 1jt

Halo sahabat multimedia dan video shooting. Yang senior maupun yang baru merintis semoga diberi kelancaran job shootingnya.

Mungkin sebagian orang yang memiliki modal, mereka sudah mulai beralih ke video HD yang diclaim lebih bening gambarnya. Namun bagaimana dengan para pengusahan multimedia muda yang masih baru merintis dari nol dengan modal minim seperti saya bisa mengatur kelancaran bisnis saya. Mulai dari belanja cover CD, kertas untuk cover, tinta untuk cover, bayar listrik, bayar sewa ruko, bayar karyawan semua itu perlu diatur demi kelangsungan hidup perusahaan agar tetap berjalan padahal modal minim.

Kami memutar otak mulai berinovasi mengembangkan sebuah produk multimedia yang sangat membantu para pebisnis muda dengan modal minim. Produk ini kami beri nama "HD Capture Recorder Portable". Anda hanya perlu membeli kamera shooting/panggul yang masih menggunakan kaset tape mini DV dengan harga yang jauh lebih murah daripada membeli kamera pro yang sudah menggunakan kartu SD sebagai penyimpanannya.

Setelah anda mempunyai kamera mini DV selanjutnya anda harus membeli alat ini dengan menghubungi kami atau anda bisa langsung membukanya di lapak kami di Bukalapak dengan nama lapak "Satria Elektro"











Dalam paket pembelian ini anda mendapatkan:
Unit
Kabel RCA
Buku Panduan

Kontak hanya chat WA 085815203666