Kamera Shooting Memory Cuma 2,5jt? Ada!

Cara Membuat Audio Control Kamera Sangat Sederhana

Tips Membeli HT Bekas



HT adalah alat komunikasi yang tergolong efisien karena tidak menggunakan pulsa seperti telepon gengggam. Menggunakan HT 5 watt anda sudah bisa berkomunikasi dengan lawan hingga jarak 5 KM jika tanpa halangan. Bahkan anda bisa berbicara dengan teman anda yang berjarak 100 km hanya dengan menyambungkan HT anda ke RPU.

Untuk anda yang belum memiliki uang lebih untuk membeli HT Baru atau di daerah anda tidak ada toko HT, jangan takut untuk membeli HT Bekas. Kali ini saya akan membagi tips untuk membeli HT bekas.

LANGKAH PERTAMA


Cari iklan jual HT di marketplace Facebook, atau di group facebook, dan di e-commerse lainnya misalnya OLX. Cari yang sekiranya masih terlihat bagus dan sesuai dengan dana anda. Hubungi penjual dan atur jadwal pertemuan anda dan penjual.

LANGKAH KEDUA


Usahakan anda menemui penjual di rumahnya karena selain anda bisa komplain jika terjadi masalah pada HT yang anda beli, anda bisa mampir untuk bertanya tentang HT yang telah anda beli.

LANGKAH KETIGA


Siapkan multi tester atau avometer untuk mengecek baterai apakah dalam kondisi normal atau sudah tidak layak pakai. Tempelkan jarum multitester pada plat yang tertempel di baterai HT. Yang perlu diperhatikan saat mengecek baterai adalah voltase baterai. Apakah voltase sesuai dengan yang tertulis di stiker yang tertempel di baterai? Misalkan saya mengecek baterai HT Baofeng UV82 yang tertulis di stiker sebesar 7,4 volt. 7,4 volt tersebut adalah kebuthuhan tegangan yang harus dipenuhi agar HT tersebut bisa berfungsi dengan maksimal. Jika baterai full baterai tersebut bisa saja memiliki tegangan 7,8 volt. Dan  jika baterai sedang lemah, mungkin baterai tersebut hanya bisa mengeluarkan 7 volt. Putar multitester pada skala 20 volt, lepas baterai dari HT, tempelkan jarum multitester ke plat yang tertempel pada baterai HT, perhatikan LCD multitester apakah menunjukan voltase yang sesuai dengan spesifikasi HT atau paling tidak mendekati. 


Kalau terlalu jauh misalkan anda menemui voltasenya hanya sebesar 5 sampai 6 volt atau sebesar 8 volt ke atas sangat disarankan untuk tidak membeli HT tersebut. Jika terlalu kecil, pancaran HT tidak akan bisa maksimal, dan jika terlalu besar, akan beresiko merusak komponen yang ada di dalam HT tersebut.

LANGKAH KEEMPAT


Siapkan power meter untuk memeriksa watt yang mampu dikeluarkan oleh HT tersebut. Apakah watt yang keluar sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertulis? Perlu ditegaskan bahwa power HT tidak selamanya sesuai dengan yang tertulis di spesifikasi, dan sangat tergantung pada frekuensi yang anda gunakan, jika yang tertulis 5 watt bisa saja yang dikeluarkan hanya 3 watt atau bisa melebihi spesifikasi hingga 7 watt. Jika anda tidak memiliki power meter untuk memeriksa output watt pada HT. Cara sederhana yang sering saya gunakan untuk berburu HT, adalah memanfaatkan pesawat televisi atau perangkat sound system yang dimiliki oleh penjual. Inilah alasan mengapa saya sarankan untuk transaksi di rumah penjual. Mintalah penjual agar menyalakan televisi, lalu dekatkan HT anda ke televisi setelah itu tekan tombol PTT. Jika anda merasakan atau melihat gangguan pada televisi tersebut maka HT tersebut masih keluar watt. 

Sama halnya jika anda menggunakan speaker aktif, mintalah penjual untuk menyalakan speaker aktif dan dekatkan sambil memencet tombol PTT. 


Jika terjadi gangguan maka HT tersebut masih mengeluarkan power. Namun yang perlu dicurigai adalah jika HT tersebut tidak mengeluarkan power sama sekali. Bisa jadi transistor final pada HT tersebut sudah jebol karena kesalahan pemakaian oleh penjual.

LANGKAH TERAKHIR

Tanyakan soal jaminan atau garansi yang berani diberikan oleh penjual atau kartu garansi dari distributor. Dan cek semua aksesoris yang tersedia. Yang terakhir adalah bernegosiasi soal harga.

Sekian tips dari saya. Jadilah pembeli yang baik, jangan menawar barang dengan harga di bawah pasaran. Kalau pun anda mendapat barang dengan harga di bawah pasaran, bisa saja barang tersebut ada yang bermasalah. Terima kasih.

Cara Ngebrik Yang Baik Dan Benar

Instagram @satriaelektro
Saat ini komunikasi dengan radio mulai diminati kembali oleh kalangan muda walau sedikit.
Teringat saat bencana Gempa Palu dan Tsunami Donggala beberapa waktu lalu. Saat semua sistem komunikasi lumpuh total. Mulai jalur GSM, CDMA, 3G, 4G dan lain-lain yang menggunakan telepon genggam dan kabel semua terputus. Kecuali radio RIG dan HT VHF yang masih tetap mengudara di udara dengan mudah tanpa masalah. Itulah yang memotivasi beberapa teman saya untuk ikut membeli HT walau yang murah untuk sekedar jaga-jaga. Kita juga tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan.

Beberapa teman saya tersebut bertanya pada saya tentang cara berkomunikasi dengan HT yang baik dan benar. Terlihat sepele namun hal tersebut jika tidak diperhatikan bisa menimbulkan kesalahpahaman dan konflik di dalam dunia perradioan. Sebenarnya mudah saja untuk ikut nimbrung atau ngobrol bareng briker-briker tua yang mungkin sudah puluhan tahun berteman setia dan bertahan dengan rakom (radio komunikasi). Alasan yang paling mendasar kenapa mereka tetap menggunakan HT sebagai sistem komunikasi? Karena rakom diclaim jauh lebih murah dan lebih mudah daripada teknologi smartphone sekarang. HT juga tidak memerlukan pulsa untuk berkomunikasi sehigga membuat anda puas berkomunikasi.

Nah, bagi anda briker muda atau pemula anda wajib memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
Pertama-tama anda harus menghafal ten-code RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) beberapa saja yang penting-penting misalkan 10 28 = Callsign, 10 20 = Posisi/Lokasi, 51 55 = Salam Sejahtera dan Salam Keluarga, anda bisa melihat selengkapnya di link di bawah ini.

http://www.satriaelektro.com/2018/10/istilah-dalam-ngebrik.html

 Buat callsign/nama panggilan anda. Berbeda dengan anggota RAPI yang menggunakan callsign JZ (Juliet Zulu), anda harus menggunakan callsign S agar mudah dihafal oleh teman-teman anda di udara. Contoh saya bukan anggota RAPI saya menggunakan callsign S. 13 SAT
Huruf (S.) di awal adalah singkatan dari kata Simpatisan. 13 adalah kode daerah saya di Jawa Timur (setiap daerah berbeda-beda), sedangkan huruf SAT di belakang adalah singkatan nama saya "SATRIA". Hal ini lebih mudah diingat teman brik daripada menggunakan nama asli atau nama panggilan. Buat callsign sesuka anda.

Ketiga, sebelum ngebrik pastikan anda mendengar topik percakapan teman-teman anda setidaknya 20 menit agar anda memahami apa yang dibahas mereka. Selanjutnya barulah anda bisa menekan PTT saat delay antara briker satu dan briker yang lain atau saat briker lawan melepas PTT saat itu anda terdengar briker lain sambil ngomong KONTEK!!. Lepaskan tombol PTT, biasanya anda akan dipanggil pengendali di frekuensi tersebut, misalnya "Kelihatannya ada teman kita yang ingin bergabung. Silahkan tadi yang bilang kontek masuk" jawab dengan sopan misalnya "Selamat Pagi" pengendali akan bertanya callsign dan posisi anda, "Dengan saya S. 13 SAT operator Satria di Patianrowo, Nganjuk. Cek modulasi pak, bagaimana modulasi saya diterima di sana?" dan seterusnya.

Sering-seringlah memonitor agar anda lebih lancar berkomunikasi dan semakin akrab di udara.

Istilah-Istilah Dalam Ngebrik

Istilah dalam ngebrik

  1. Break = memutus pembicaraan
  2. Roger/copy = mengerti
  3. Lurah = moderator/pengendali frekuensi
  4. Dial = frekuensi/channel
  5. Intruksi = putuskan pembicaraan! ada hal penting
  6. Kosong kosong = suami
  7. Kosong satu = isteri
  8. Kosong dua/monik = anak
  9. Monitor = mendengarkan
  10. Trepik = mengerjakan
  11. Termonitor = terdengar
  12. Cangkul/cangkol = kerja
  13. Cangkulan/cangkolan = pekerjaan
  14. Sawah = sekolah
  15. Sawahan = sekolahan

Ucapan-ucapan saat ngebrik

  1. 73 = best regard
  2. 51 = salam sejahtera
  3. 55 = salam keluarga
  4. 88 = love & kiss

Ten-code RAPI atau kode sepuluh

  • 10 1 = sulit didengar/penerimaan buruk
  • 10 2 = baik didengar/penerimaan bagus
  • 10 3 = berhenti mengudara/memancar/meninggalkan obrolan
  • 10 4 = dimengerti/benar/betul/diterima dengan jelas
  • 10 5 = ada pesan untuk disampaikan
  • 10 6 = sedang sibuk, kecuali ada berita penting
  • 10 7 = rusak
  • 10 8 = tidak rusak
  • 10 9 = ulangi
  • 10 10 = selesai
  • 10 11 = berbicara terlalu cepat
  • 10 12 = ada tamu
  • 10 13 = laporan cuaca
  • 10 14 = informasi/berita
  • 10 15 = informasi telah disampaikan
  • 10 16 = mohon dijemput/diambil
  • 10 17 = ada urusan penting
  • 10 18 = sesuatu untuk kita
  • 10 19 = bukan untuk anda, harap kembali
  • 10 20 = posisi/lokasi
  • 10 21 = kontak
  • 10 22 = melapor langsung ke...
  • 10 23 = menunggu/stand by
  • 10 24 = tugas selesai
  • 10 25 = bisa bicara dengan...?
  • 10 26 = pesan terakhir kurang diperhatikan
  • 10 27 = geser!
  • 10 28 = callsign/nama panggilan
  • 10 29 = waktu kontak habis
  • 10 30 = tidak taat peraturan
  • 10 31 = antena yang digunakan
  • 10 32 = laporan sinyal/frekuensi
  • 10 33 = kondisi darurat
  • 10 34 = butuh bantuan
  • 10 35 = informasi rahasia
  • 10 36 = jam berapa?
  • 10 37 = butuh derek
  • 10 38 = butuh ambulan
  • 10 39 = pesan telah disampaikan
  • 10 40 = perlu dokter
  • 10 41 = mohon pindah jalur/frekuensi
  • 10 42 = ada kecelakaan di...
  • 10 44 = ada pesan untuk anda
  • 10 45 = dalam jangkauan mohon melapor
  • 10 46 = butuh montir kendaraan
  • 10 50 = mohon kosongkan jalur/frekuensi
  • 10 60 = apakah ada pesan selanjutnya?
  • 10 62 = tidak termonitor, telepon saja
  • 10 63 = tugas/pekerjaan dilanjutkan di...
  • 10 64 = tugas/pekerjaan selesai
  • 10 65 = menunggu berita lanjutan
  • 10 67 = semua unit setuju
  • 10 69 = pesan diterima'
  • 10 70 = KEBAKARAN!!
  • 10 71 = radio yang dipakai
  • 10 73 = kurangi kecepatan
  • 10 74 = tidak/negatif
  • 10 75 = penyebab gangguan
  • 10 76 = perjalanan
  • 10 77 = belum/tidak kontak
  • 10 81 = pesankan kamar hotel...
  • 10 82 = pesanan kamar untuk...
  • 10 84 = nomor telepon
  • 10 85 = alamat rumah
  • 10 89 = butuh teknisi radio
  • 10 90 = gangguan pesawat TV/nyepletter
  • 10 91 = berbicara terlalu dekat dengan mikropon
  • 10 92 = pemancar perlu disetel
  • 10 93 = apakah frekuensi sudah tepat?
  • 10 94 = berbicara agak panjang
  • 10 95 = mengudara setiap 5 detik
  • 10 97 = tess jarum di radio
  • 10 99 = tugas selesai, semua selamat
  • 10 100 = akan ke kamar mandi
  • 10 200 = butuh bantuan polisi
  • 10 300 = butuh pemadam kebakaran
  • 10 400 = butuh bantuan penertib
  • 10 500 = butuh bantuan provost
  • 10 600 = butuh bantuan garnizun
  • 10 700 = butuh bantuan SAR
  • 10 800 = butuh bantuan PLN
* Huruf tebal untuk kondisi darurat
* Huruf dengan garis bawah adalah kata yang sering dipakai

Kode alfabet

  • Alpha
  • Bravo
  • Charly
  • Delta
  • Echo
  • Foxtrot
  • Golf
  • Hotel
  • Indian
  • Juliet
  • Kilo
  • Lima
  • Mike
  • Nopember
  • Oscar
  • Papa
  • Quibeck
  • Romeo
  • Serra
  • Tanggo
  • Uniform
  • Victor
  • Whisky
  • X-trein
  • Yankee
  • Zulu

Rumus dan Cara Menghitung Duplex RPU


Ternyata masih banyak yang belum faham tentang istilah duplex atau dupleks pada dunia perradioan. Duplex adalah istilah tentang pengurangan atau penambahan frekuensi saat kita ingin masuk ke RPU Repeater atau Radio Pancar Ulang daerah kita termasuk RPU RAPI. Sebelum anda berbincang-bincang dengan teman melalui RPU, anda harus menyeting terlebih dahulu frekuensi TX dan RX di Radio HT anda. Perhatikan rumus berikut.

TX - RX = Duplex

Misalnya anda ingin masuk ke RPU RAPI Nganjuk dengan RX HT di 143.100 MHz dan TX HT di 140.730 MHz jadi

140.730 - 143.100 = (-2.370)

Jadi anda harus mengatur dupleks -2.370 di HT anda.

Cara Membuat RPU Repeater VHF UHF Sederhana

RPU atau Radio Pancar Ulang atau Repeater berguna untuk memancarkan ulang sinyal radio yang terhalang oleh bukit, pepohonan, dan bangunan. Tanpa repeater jarak jangkauan perangkat radio kita tidak akan bisa jauh. Cara kerja RPU adalah menerima sinyal radio yang dipancarkan oleh radio A dan dipancarkan kembali melalui frekuensi yang berbeda sehingga terdengar di radio B yang jauh dari radio A.

Cara Kerja RPU
Biasanya RPU diletakkan di daerah yang tidak terhalang pepohonan dan gedung gedung sehingga sinyal yang dipancarkan bisa loss. Biasanya diletakkan di puncak gunung. RPU menggunakan 2 radio yang satu sebagai penerima, yang satu sebagai pemancar.
Sistem Kerja RPU
RPU menggunakan alat yang bernama COR. Alat ini berfungsi sebagai penggerak tombol PTT (Push to Talk). Dengan alat ini kita tidak perlu menekan tombol PTT saat ada sinyal masuk. Melainkan otomatis saat ada sinyal masuk. Jika ada sinyal masuk COR akan bekerja menghidupkan relay untuk menyalakan PTT. Untuk pembuatan COR anda bisa melihatnya di link berikut http://www.satriaelektro.com/2018/02/cara-membuat-cor-rpu-repeater-sensor.html

Selanjutnya anda harus menyiapkan 2 unit radio. Yang satu untuk Penerima yang satu untuk Pemancar. Di sini saya menggunakan 1 Unit radio Baofeng BF-888s untuk penerima dan 1 unit radio SPC SH10 karena selain murah kualitas juga bersaing dengan yang lainnya. Walaupun tak sembarang antena cocok dengan HT jenis ini. 

2 unit Radio
Di antara berbagai macam antena yang beredar di pasaran, antena dipole yang paling cocok untuk Radio ini. Atau antena yang elemennya tidak tersambung langsung dengan ground contohnya Diamond F23.

Dipole 1/2 lamda
Untuk rumus cara pembuatan antena anda bisa melihat di link berikut http://www.satriaelektro.com/2018/01/antena-dipole-dari-tongsis-tembus-luar.html

BERSAMBUNG...

Cara Membuat COR RPU Repeater Sensor Cahaya Sederhana

RPU atau Radio Pancar Ulang atau Repeater berguna untuk memancarkan ulang sinyal radio yang terhalang oleh bukit, pepohonan, dan bangunan. Tanpa repeater jarak jangkauan perangkat radio kita tidak akan bisa jauh. Cara kerja RPU adalah menerima sinyal radio yang dipancarkan oleh radio A dan dipancarkan kembali melalui frekuensi yang berbeda sehingga terdengar di radio B yang jauh dari radio A.

Biasanya RPU diletakkan di daerah yang tidak terhalang pepohonan dan gedung gedung sehingga sinyal yang dipancarkan bisa loss. Biasanya diletakkan di puncak gunung. RPU menggunakan 2 radio yang satu sebagai penerima, yang satu sebagai pemancar.

Sebagai bagian dari RPU, COR adalah alat penggerak PTT (Push to Talk) otomatis sehingga radio pemancar bisa memancarkan sinyal tanpa kita menekan tombol PTT. Ada banyak jenis COR yang beredar di pasaran. Tapi kali ini saya akan membahas COR yang menggunakan sensor cahaya untuk menggerakkan PTT. Saya menggunaka LDR (LED Dependent Resistor) sebagai sensor cahaya yang diletakkan di indikator LED radio penerima. Ketika radio penerima menerima sinyal radio, sensor cahaya akan mendeteksi cahaya yang keluar dari LED indikator radio penerima yang biasanya berwarna hijau. Sensor akan membuka jalurnya dan otomatis PTT radio pemancar akan nyala.

Bahan bahan:

1. Transistor NPN 2N2222/TIP31/TIP41/TIP3055
2. Potensiometer 100 K
3. Relay 12 volt 4 atau 5 kaki terserah anda
4. LDR (LED Dependent Resistor) besar atau kecil sembarang
5. Dioda 1N4002/1N4001

6. Supply 12 volt 1 sampai 5 amper untuk menggerakkan relay Trafo/SMPS/Switching/Adaptor terserah

Selanjutnya perhatikan skema berikut

Layout PCB
Cara pasang
Skema konektor ke HT Baofeng & HT China yang lain. Menggunakan jack 2,5mm dan 3,5mm


Cukup sederhana tentunya. Anda bisa membuat PCBnya dengan aplikasi komputer/HP atau anda bisa langsung membuatnya dengan spidol permanen.

Masih bingung? Ingin memesan kit tersebut? Anda bisa menghubungi kami melalui Kontak.

Jika ada pertanyaan silahkan tulis di komentar!

Review Ulasan HT SPC SH10

HT atau Handy Talkie adalah perangkat yang digunakan untuk komunikasi. HT sangat bermanfaat untuk kebutuhan komunikasi yang murah dan efisien. Handy Talkie sering digunakan oleh polisi, SAR, pemadam kebakaran, relawan, pramuka, proyek dan lainnya. Sebenarnya HT sendiri berasal dari kata Handheld Transceiver. Handheld artinya portable atau genggam, Transceiver yang berarti memancar dan menerima untuk berkomunikasi. Jadi HT adalah alat komunikasi portable yang bisa dibawa kemana mana.

Kebetulan penulis mempunyai hobby Radio. Sangat tertarik dengan dunia Radio. Sampai sampai hobinya itu menghasilkan uang. Ada beberapa Radio yang penulis punyai. Ada yang dijual belikan dan ada juga yang direntalkan. Penulis menggunakan Radio buatan Tiongkok atau China karena selain harganya yang murah, kualitasnya juga tak kalah saing. Jangan asal percaya dengan oknum yang  menyebutkan semua produk yang berasal dari tiongkok itu buruk. Tidak semua produk dari Tiongkok itu buruk!
Kali ini saya akan mengulas salah satu produk dari Tiongkok yang cukup terjangkau harganya. Sangat berguna untuk saya yang membutuhkan komunikasi yang murah & efisien. SPC adalah merk HT yang akan saya ulas pada kali ini dan SH10 adalah tipenya.

Dari segi desain, HT ini memiliki model yang elegant. Tidak kotak dan tidak bulat. Dilengkapi dengan beltclip memungkinkan untuk diletakkan di sabuk celana. Ditambah dengan tali untuk dikalungkan ke tangan agar tidak mudah merosot dan tidak mudah jatuh. Body yang kecil bisa masuk ke dalam saku.


Memiliki 16 channel didalamnya serta dilengkapi dengan DCS/CTCS memungkinkan untuk menggunakan satu channel bersama sama. Artinya di dalam satu channel ada channel lagi.

Knop untuk menyalakan HT sekaligus untuk pengatur volume & knop untuk mengganti channel hingga 16 channel

Suara yang cukup lantang bagi saya.

Ada senternya

Tombol PTT yang nyaman dan empuk serta tidak keras yang mudah melelahkan jari saat menekannya.

Tombol PTT

Mempunyai baterai yang cukup besar 1800 Mah memungkinkan untuk digunakan sampai 10 jam dengan asumsi 5% transmitt, 5% receive, dan 90% stand by.

Baterai berkapasitas 1800 MAh
Waktu isi ulang baterai yang cukup singkat yaitu sekitar 4 jam.

Antena yang tergolong pendek sehingga tidak tercolok mata teman anda. Antena UHF memang harus lebih pendek dari antena VHF.


Dan yang terakhir pasti nyaman digenggam.

Nyaman di genggam deh pokoknya

UNTUK MEMESAN BARANG TERSEBUT SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI WA. 085258872128
HARGA Rp. 175.000

Skema Pemancar FM Sederhana satu Transistor

FM singkatan dari frequency modulation yang artinya memodulasi sinyal suara menjadi frekuensi gelombang radio elektromagnetik. Frekuensi FM terletak di antara 65 MHz sampai 108 MHz. Tapi yang sering digunakan untuk siaran radio FM Broadcast adalah di antara 88 MHz sampai 108 MHz.

Kali ini saya akan mengajak anda untuk mencoba merakit pemancar FM sederhana yang hanya menggunakan 1 transistor. Rangkaian ini memiliki out power RF sekitar 50 mW. Jika anda ingin jarak jangkauannya menjadi lebih jauh, anda bisa menambahkan penguat lagi menggunakan booster 4 tingkat dengan 4 buah transistor. Dua diantaranya adalah 2sc1970 & 2sc1971 sebagai finalnya.

Mari kita lihat skemanya
Pemancar FM Mini satu Transistor
Daftar komponen:
1. C1 0,01mF
2. C2 0,01mF
3. C3 10pF
4. C4 1mF
5. C5 Variable Capasitor
6. R1 27K
7. R2 10K
8. R3 470
9. TR 2SC2001
10. Coil 3-4 lilit kawat diameter 0,8 mm

Itulah tadi skema dan komponen pemancar fm mini. Jika ada pertanyaan silahkan tulis di Komentar...

Seputar Antena Radio

Antena Hustler C2 1 x 5/8 lamda untuk pemancar FM
Antena adalah alat bantu untuk menangkap dan memancarkan gelombang elektromagnetik. Tanpa antena kita tidak akan bisa melihat TV atau Radio favorit kita. Tapi taukah anda jika segala jenis antena memiliki karakternya sendiri sendiri? Karakter karakter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan anda masing masing. Kali ini saya akan mengupas soal antena.
Antena biasanya terbuat dari pipa aluminium dengan diameter berbagai ukuran. Selain dari aluminium, biasanya juga menggunakan tembaga dan besi. Tapi kelemahan bahan ini selain berat juga rawan tersambar petir.


Panjangnya juga bermacam macam. Semakin panjang elemen antena maka semakin sempit bandwidthnya, begitu sebaliknya semakin pendek maka akan semakin lebar bandwidthnya. Bandwidth disini adalah nama lain lebar pita frekuensi. Contoh pada pemancar FM mempunyai bandwidth standar sebesar 372 kHz atau kilohertz. Karena pemancar FM rata rata digunakan untuk menyiarkan lagu lagu maka dibutuhkan bandwidth yang lebar supaya lagu yang diterima pendengar enak didengar. Lain dengan radio 2 meter band atau radio 2 meteran atau VHF yang hanya untuk mengirim suara tidak diperlukan bandwidth yang lebar.

Bersambung...

Cara Menyambungkan HT ke RPU RAPI Antar Pulau

Minggu pagi yang cerah di tempat saya membuat saya bersemangat untuk menulis artikel ini.

Pernahkah anda mendengar jika HT bisa tembus luar provinsi atau luar pulau bahkan sampai luar negeri & antar benua? Terdengar mustahil memang. Tapi di era pesatnya perkembangan teknologi ini sangat mungkin terjadi. HT rata rata keluar RF 5 watt dan jarak kurang lebih 3-5KM. Tapi di postingan kali ini yang dipergunakan bukan HT ataupun RIG. Kita mempergunakan HP Android yang bisa disambungkan dengan RPU RAPI luar pulau sekalipun. Simak caranya.

1. Install Aplikasinya


Instal aplikasi TeamSpeak 3 melalui Google Play Store. Perlu diingat aplikasi ini berbayar seharga 28 ribu rupiah. Meskipun berbayar, aplikasi ini sangat berguna untuk berkomunikasi.

2. Buka Aplikasinya

3. Pencet Tombol "New Bookmark"


4. Isi Form seperti berikut


Label : RAPI
Address : ts-roip.rapi.or.id
Server Password : kosongkan
Nickname : (Callsign anda) - (Nama anda) - (Nomor HP anda)
Channel : kosongkan
Channel Password : kosongkan
Identity : Android Default

Setelah itu pilih pencet tombol Save

5. Masuk Bookmark


Masuk ke bookmark yang telah anda buat sebelumnya.

6. Anda Telah Masuk ke Kamar


7. Cari Channel Yang Anda Inginkan


8. Pencet Tahan dan Pilih "Join Channel"

9. Selamat anda sudah masuk di Channel!


Sekian tutorial ini. Jika masih ada pertanyaan silahkan tulis di Komentar.

Skema SWR Power Meter HT atau Pemancar Radio Sederhana

Power meter ini digunakan untuk mengukur output watt RF HT, RIG, maupun pemancar FM. Untuk meterannya anda bisa menggunakan meteran bekas stavol, panel meter, atau anda bisa membelinya di toko elektronik di sekitar anda. Jika terpaksa karena tidak ada VU atau V meter analog anda bisa menggunakan lampu LED 1 buah, tapi jika anda menggunakan LED anda tidak bisa mengetahui keluaran watt RF radio anda. Kalibrasi dengan memutar potensio dan disamakan dengan SWR & power meter Maldol seharga 200 ribuan.

Lihat skema

Skema pengukur power RF

Berikut komponennya:

1. C1 5pF
2. C2 1nF
3. C3 1uF
4. D1 1N4148
5. D2 1N4148
6. R 5K
7. VU Meter

Jika tidak ada VU meter anda bisa mencoba skema di bawah ini.

Skema indikator RF

Komponen:

1. C1 5pF
2. C2 1nF
3. D1 1N4148
4. D2 1N4148
5. LED

Sekian dan terima kasih.

Cara Setting Duplex Repeater RPU HT Baofeng UV-82 UV-5R

Baofeng UV-82

Duplex adalah salah satu fitur di HT Baofeng untuk bisa menyambungkan ke repeater atau RPU (Radio Pancar Ulang) di daerah anda. Baik itu RPU RAPI, ORARI, atau RPU paguyuban daerah. Ikuti cara di bawah ini!

1. Anda harus masuk ke mode VFO atau mode frekuensi caranya jika HT anda UV-5R tinggal pencet tombol VFO, jika UV-82 anda harus mematikannya terlebih dahulu lalu pencet tombol MENU sambil memutar knop dan menyalakan HT tunggu sesaat sampai melewati tulisan WELCOME lalu lepaskan tombol MENU
2. Masukkan frekuensi TX RPU misal RX RPU RAPI Nganjuk 143.100
3. Pencet MENU
4. Pilih MEM-CH
5. Pencet MENU
6. Pilih channel kosong yang ingin anda gunakan sebagai channel RPU
7. Pencet MENU lagi
Jika berhasil speaker akan berbunyi "Receiving Memory"
8. Lalu pencet EXIT/AB

Selanjutnya adalah mengatur RX RPU

9. Masukkan frekuensi RX RPU misal RX RPU RAPI Nganjuk 140.730
10. Pencet MENU
11. Pilih MEM-CH
12. Pencet MENU
13. Pilih channel yang sama seperti yang anda pilih waktu mengatur TX RPU
14. Pencet MENU
Jika berhasil speaker akan berbunyi "Transmitting Memory"
15. Pencet tombol EXIT/AB

Jika sudah silahkan masuk ke mode CHANNEL lagi, jika UV-5R pencet tobol VFO, dan jika UV-82 anda harus mematikannya terlebih dahulu lalu pencet tombol MENU sambil memutar knop dan menyalakan HT tunggu sesaat sampai melewati tulisan WELCOME lalu lepaskan tombol MENU.

Mode Duplex siap digunakan.

Video menyusul.

Skema Peredam Noise Sederhana untuk Radio

Skema peredam noise

Noise atau suara kemresek yang terdapat pada receiver radio biasanya sangat mengganggu. Jika ditambah alat ini maka sinyal siaran akan menjadi terang dan noisenya hilang. Alat ini sering digunakan oleh penggemar radio amatir 80 meter band ataupun 11 meter band. Dengan memasang peredam noise ini pada receiver anda akan merasa lebih nyaman karena tidak ada kreseknya lagi. Lihat komponen dibawah!

Komponen:

1. C1 4p7
2. C2 470nF
3. C3 470nF
4. C4 470nF
5. C5 100nF
6. C6 6n8
7. C7 10nF
8. C8 3n3

9. R1 5K6
10. R2 12K
11. R3 6K8
12. R4 150K
13. R5 120K
14. R6 4K7
15. R7 4K7
16. R8 4K7
17. R9 4K7

18. TR1 BC109
19. TR2 BC109

20. Saklar
21. Supply 12 volt

Masih ada yang ditanyakan?
Silahkan komentar!

Skema Pemancar Mini SSB atau CB 11 meter band

Skema pemancar radio SSB atau CB mini

Komponen :

1. Oscilator
2. TR1 BC 148 B
3. TR2 2N363
4. TR3 2N481
5. C1 100mF
6. C2 10uF/16v
7. C3 30uF/6v
8. C4 10uF
9. C5 10uF
10. C6 10uF
11. C7 100uF
12. R1 220K
13. R2 4K7
14. R3 39K
15. R4 3K3
16. R5 68K
17. Mikropon
18. Antena 5 meter

Sekian.

Daftar Channel Frekuensi RPU RAPI Jawa Timur daerah 13

Wilayah/Daerah       TX          RX

BANGKALAN .......142.200 140.780
BANYUWANGI ....143.530 142.430
BLITAR ..................143.200 141.090
BOJONEGORO .....142.600 141.020
BONDOWOSO .....143.000 142.090
GRESIK .................142.400 140.230 (tone 88.5)
JEMBER ................142.650 141.290
JOMBANG ............143.400 140.130
KEDIRI ..................143.150 140.150
LAMONGAN ....... 142.700 141.420
LUMAJANG ..........143.420 140.940
MADIUN ................143.300 140.210
MAGETAN .............143.360 140.470
KAB. MALANG .....143.250 140.720
MOJOKERTO .........142.550 140.250
NGANJUK ...............143.100 140.730
NGAWI ....................142.800 140.750
PACITAN .................143.480 142.040
PAMEKASAN .........143.600 141.220
PONOROGO ...........142.900 140.160
PROBOLINGGO ....142.750 140.460
SAMPANG .............143.500 142.870
SIDOARJO .............142.500 140.860
SITUBONDO .........143.450 142.520
SUMENEP .............142.700 143.690
SURABAYA ...........142.450 140.630
TRENGGALEK .....143.170 140.280
TUBAN ..................143.420 141.070
TULUNGAGUNG .142.350 140.300
KOTA MALANG ..143.520 140.520
KOTA BATU .........143.220 141.190
RAPI DAERAH .....143.550 142.000
RAPI DAERAH .....143.575 142.025

Daftar Frekuensi Channel Standar HT SPC SH10


Daftar Channel Frekuensi HT SPC SH10

HT SPC SH10

Cara Memperbaiki Charger HT yang Rusak

Cas HT anda rusak? Jangan dibuang dulu coba cari apa masalahnya. Jika charger HT tidak bisa mengecas atau LED indikator nyala hijau terus padahal baterai belum penuh berarti nasib anda sama dengan saya.
Sempat berpikir bahwa saya harus membeli charger baru untuk HT saya setelah muter muter di toko di pasar tidak ada yang jual, di toko online ketemu tapi mahal bagi saya, bisa setengah harga HT itu sendiri. Hampir putus asa saya mencoba membongkar bodi tersebut lalu saya mencari tau apa penyebabnya.

Bongkar casing

Setelah saya diagnosis penyebabnya adalah IC sangat panas. IC seperti ini jarang ada di tempat saya telusur demi telusur saya coba meniup IC tersebut dan tiba tiba LED indikator berubah menjadi warna merah menandakan charger sedang mengisi. Saya berhenti meniup LED indikator berubah lagi menjadi warna hijau, baterai masih menunjukkan 75% saya coba tiup lagi lagi LED indikator berubah warna menjadi merah. Lha ini penyebabnya...... Saya cari kipas DC di gudang ketemu tuh kipas DC 12 volt bekas amplifier saya waktu jaman SMP. 

Kipas DC 12 volt

Untuk power supply kipasnya saya korbankan charger HP Samsung KW saya dapat dari rongsokan gak sampe 1 amper. 


Adaptor charger HP 5 volt sudah bisa memutar kipas

Saya pasang dah itu keduanya. Ternyata kipas bisa muter dengan hanya disupply 5v.


Kipas sudah disambung dengan adaptor

Saya taruh kipasnya dibawah charger yang masih dibuka, sebaiknya biarkan dibuka lalu disolasi seperti gambar. 


Solasi pinggirnya agar bisa menempel
Seperti inilah penampakannya
Tambahkan T jika diperlukan

Mak jling.... Charger berfungsi seperti sedia kala.

Nyala merah


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di Komentar!

Cara Membuat Pemancar FM Jarak Jauh


Kali ini saya akan mengajak anda belajar tentang pemancar FM. Pada dasarnya pemancar membutuhkan beberapa komponen penting agar bisa mengudara, mulai dari oscilator, modulator, exciter, booster, dan antenna.

Berbeda dengan teknik audio, radio bisa dibilang sedikit lebih rumit, karena kita harus bisa mengengetahui karakter pemancar tersebut dengan baik. Salah sedikit saja pemancar bisa mengganggu pesawat televisi dan alat lainnya bahkan bisa rusak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merakit pemancar FM diantaranya berhati hati dengan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar tersebut, kabel antena harus jauh dari instalasi listrik dan lain lain masih banyak yang harus diperhatikan.

Alat & bahan:

Kabel jumper

Perlu perhatian kabel jumper disini tidak boleh terlalu panjang atau terlalu pendek cukup dua kilan saja.

Konektor














Kami menggunakan konektor PL untuk pemancar 300 watt.

Kabel antena

Oscilator



Modulator

Exciter

PLL

Booster

Antenna

Tower